Total Pageviews

Saturday, April 21, 2012

Survey What The Hell (Pelantikan PHC 41)

AVERUS ZAMAN (SUPERVISOR/DOKUMENTASI) RIDHO BAHRU (SUPERVISOR/LEADER) MAHARDITO C (KORLAP) BAGASKARA WIDHI (KETUA PELANTIKAN)

Waktu itu tanggal 18 Februari 2012. Tujuan kami adalah survey Taman Nasional Gunung Merbabu via gerbang wekas. Namun, beberapa minggu sebelumnya sudah dilakukan survey di Gunung Lawu oleh tim survey yang pertama. Tapi oleh karena beberapa hambatan: waktu pendakian dan jarak tempat yang cukup jauh untuk pendakian selama 1 hari 1 malam, dengan sangat terpaksa kami pun mengubah tempat pelaksanaan pelantikan. 

Dalam waktu yang singkat buat kami seorang pelajar yang hanya mempunyai sedikit waktu luang, kami pun melakukan survey kedua yang dilaksanakan di Taman Nasional Gunung Merbabu pada H-7 pelaksanaan pelantikan. 

Perjalanan dimulai dari sepulang sekolah sekitar jam 2 siang (menurut kami semua proses dari pre-during-post adalah bagian dari perjalanan). Hari itu, Sabtu, 18 Februari 2012. Pulsek teng! kami langsung pulang kerumah masing-masing buat ngambil barang bawaan kami. Tapi hujan masih turun, aku pun menunda bentar buat kembali kesekolah. 

Setelah hujan reda, kira-kira jam setengah 4, aku langsung kembali kesekolah dan Ave udah nelpon aku beberapa kali. Sesampainya disekolah kami kumpul di bangsal sekolah buat packing bareng. kira-kira jam setengah 5 bawaan kami dah siap dan perjalanan siap dimulai. Kami berangkat pake 2 motor, motorku sama motornya Ave. Dan motornya Bagas sama Dito dtitipin dirumah Ghozi. 

Dan kami pun berangkat kira-kira jam setengah 5. kami mampir ke Merapi Adventure cabang selokan mataram dulu buat nyewa tenda dome sama matras. Disinilah sebab kami memulai mengatakan What The Hell. Pertama Bagas baru sadar kalo dia gabawa mantrol. Trus dia pergi kerumah temennya buat minjem mantrol. Dan ternyata cabang Merapi Adventure tersebut kehabisan stock dome, dan dia nyuruh kami nyewa di Merapi Adventure pusat. What The Hell, kami pun harus nunggu Bagas mbalik.

Selang beberapa menit, Bagas pun datang dan kami langsung menuju Merapi Adventure. Habis dapet semua barang sewaan, kami pun langsung menuju Gunung Merbabu via Wekas lewat jalan Magelang. sebelumnya kami mampir dulu di pom bensin buat ngisi bensin sama jajan di minimarket. What The Hell, kami lupa bawa bahan makanan buat pendakian. 

Berhubung Mentari sudah hilang, kami pun melanjutkan perjalanan. Sekitar 1 jam kemudian kami sudah sampai Terminal Tidar Magelang. Terus kami nyari bahan makanan di minimarket pom bensin deket pertigaan depan. What The Hell, ternyata gak jual bahan makanan, dan kami disuruh cari di alfamart yg beberapa ratus meter lagi dari sini. Tapi yang ke alfamart cuman Bagas sama Dito.

Beberapa menit kemudian Bagas sama Dito dateng. Kami pun lanjut perjalanan, dan jalannya udah mulai naik lereng, dingin dan gelap. Setengah jam kemudian kami nyampe di gerbang Wekas. habis istirahat bentar, kami lanjut naik lereng menuju basecamp. tapi ditengah perjalanan disuatu tanjakan 45 derajat, motor kami gak kuat naik lagi. What The Hell, terpaksa aku sama dito yang mbonceng harus turun dan jalan kaki sampe jalan yang agak landai.

Dan akhirnya kami pun nyampe basecamp Grabupal kira-kira jam 8 malam. kami pun istirahat dan dan pesen makan minum. Dan yang terjadi adalah pesenan kami jadi dalam 2setengah jam, What The Hell. Terus kami makan minum dan istirahat sampe sekitar jam 1 malam. setelah selesai, kami siap melakukan pendakian malam. 

Pendakian pun dimulai. Dan sekitar 2 jam pendakian, kami pun nyampe di pos 2, sudah banyak pendaki lain disini dan sudah terdapat sekitar 10 dome berdiri disini. terdapat tanah lapang yang luas dengan pemandangan pegunungan diatas awan disana. Ini mirip dengan yang pernah kulihat di cerita dongeng, It's Amazing . . . jam menunjuk angka 3 pagi, dan kami segera membangun dome dan siap buat tidur. Sinar mentari pun membangunkan kami dari tidur yang lelap. Cuman Bagas, Ave, sama Dito yang udah bangun. Sedangkan aku masih tertidur lelap.

Setelah Bagas, Ave, sama Dito bangun, mereka langsung masak nasi sama
nugget, mereka juga buat minuman hangat. Habis semua makanan siap, aku pun bangun. Thadaaa . . . sarapan bareng deh. Mujurnya nasibku, bangun-bangun tinggal makan haha. Tapi What The Hellnya, kami gak bawa piring ma sendok. Makan seadanya dah.

Terus, kami berencana melanjutkan pendakian menuju puncak dengan meninggalkan dome dan hanya membawa 1 carrier dan bekal secukupnya. jam 9 pagi, kami pun mulai pendakian menuju puncak. Dan peristirahatan sementara berikutnya adalah pos 3. Disini terdapat kawah mati yang mengandung belerang yang menyengat. Dan diatas terdapat puncak menara bts

Kami pun melanjutkan pendakian, kami melalui sebuah jalur yang terkenal dengan nama jembatan setan. Jalur ini berupa jalan setapak yang sangat panjang dan disampaing kanan kirinya terdapat jurang sepanjang jalan. Terus kami melewati puncak geger sapi dan akhirnya kami sampai di pertigaan yang memisahkan puncak syarif dan puncak kentheng songo yang jaraknya hanya tinggal 100an meter lagi. Tapi cuaca berkata lain. Hujan, badai, dan kabut menyelimuti kami. Padahal saat itu kami berencana masak buat makan siang. Keadaan sudah terjadi, dengan terpaksa kami harus turun ke pos 2 dengan memakai mantrol.

Sekitar 1 jam kemudian kami nyampe pos 2. Dan kami menyempatkan masak buat makan siang. Karena hujan masih deras, terpaksa kami masak didalem dome sambil ngangetin badan yang berjam-jam kedinginan. setelah hujan reda, kami cepet-cepet packing buat turun, soalnya hari udah sore, takut kemaleman. Kebetulan selama pendakian dan turun, akulah yang jadi leader karna aku dah 2 kali muncak disini. 

Dan ditengah perjalanan turun menuju pos 1, dengan sangat yakinnya aku mangambil jalan pintas yang belum pernah kulalui karna hari semakin gelap dan kami dikejar waktu. Tapi keyakinanku akan jalan pintas yang kupilih mulai pudar saat jalan setapaknya mulai tidak jelas dan keyakinanku semakin pudar ketika jalannya benar-benar hilang dan yang ada hanyalah turunun curam tanpa jalur dan ditumbuhi rumput-rumput yang tinggi, What The Hell. Akhirnya aku hanya mengikuti naluriku dan tetap turun hingga akhirnya aku menemukan jalur menuju pos 1. Hatiku lega dan hari sudah benar-benar gelap.

Kami pun mengeluarkan senter kami dan melanjutkan perjalanan menuju basecamp. Akhirnya kami pun sampai di basecamp dan langsung bersiap-siap untuk pulang menuju Jogja Istimewa . . .

THIS IS WHAT THE HELL SURVEY !!
But we still give our dedication because we learn from here . . . 

No comments: